
2.
Pengilmuan tentang Allaah merupakan syarat
syahnya iman. Ada tiga rukun syahnya beriman kepada Allaah, yakni:
1) Rububiyah (pencipta)
2) Asma wa sifat (nama dan sifat)
3) Uluhiyah (ibadah)
3.
Mengenal Allaah adalah hakikat hati.
Imam Ibn Qoyyim rahimahullaah membagi dua antara ruh dan jasad,
keduanya ini masing-masing membutuhkan
akan makanan. Makanan jasad adalah yang berasal dari tanah, sedang makanan ruh
adalah ma’rifat (mengenal) kepada Allaah. Dari kedua-duanya baik itu ruh maupun
jasad, asupan makanan yang paling baik untuknya adalah makanan yang paling
bersih dari kotoran-kotoran.
4.
Ilmu tentang Allaah ‘azawajalla merupakan
dasar dari semua ilmu.
Seorang yang mengetahui ilmu tentang Allaah, dia mengetahui semua
ilmu, sedangkan orang yang tidak mengetahui ilmu tentang Allaah hakikatnya dia
tidak mengetahui apa-apa (Imam Ibn Qoyyim rahimahullaah.
5.
Ma’rifatullaah adalah jalan untuk menghindari
kesesatan.
Sumber: Ringkasan pengantar kajian “Asma wa Sifat” bersama Ustadz. Abu Isa hafidzahullaah (10 Ramadhan 1436 H/ 27 Juni 2015)
Baca juga,
postingan sebelumnya: "Diklat Ramadhan 1436 H"
postingan berikutnya: "Cerita Tukang Es (bagian 1)"
Sumber: Ringkasan pengantar kajian “Asma wa Sifat” bersama Ustadz. Abu Isa hafidzahullaah (10 Ramadhan 1436 H/ 27 Juni 2015)
Baca juga,
postingan sebelumnya: "Diklat Ramadhan 1436 H"
postingan berikutnya: "Cerita Tukang Es (bagian 1)"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar