Ujian Masuk UPI

 

Benarkah Tujuan UM UPI Tercapai???

Saya akan membuktikan sampai sejauh mana tujuan Ujian Masuk (UM) Universitas Pendidikan Indonesia telah tercapai. Pembuktian ini saya anggap penting karena pelaksanaan UM menyangkut masa depan orang banyak dari berbagai kalangan ekonomi, sosial, dan budaya yang berbeda-beda namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dimana banyak ekspektasi yang digantungkan melalui perguruan tinggi UPI ini.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Universitas Pendidikan Indonesia menyeleksi calon mahasiswa baru dengan berbagai macam jalur, salah satunya adalah jalur UM (Ujian Masuk)। Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan untuk menyelenggarakan jalur UM telah melalui banyak telaah dan pertimbangan. Tidak terlepas dari hal itu, UM memiliki tujuan tersendiri yang berbeda dari jalur-jalur yang lainnya. Mengutip dari website UPI, Ujian Masuk Universitas Pendidikan Indonesia (UM-UPI) bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UPI".


Dari kutipan statement di atas, saya akan membawa saudara untuk melihat realitas objektif, sejauh mana tujuan UM telah tercapai berdasarkan pada tolak ukur pelaksanaan UM tahun 2008. Supaya memahaminya lebih mudah, maka saya akan memaparkan statement tujuan UM diatas secara poin per poin.

1. Memperoleh mahasiswa unggul

Mahasiswa unggul adalah mahasiswa yang terbaik diantara mahasiswa-mahasiswa terbaik. Namun yang jadi pertanyaan adalah mahasiswa unggul sepeti apa yang dijaring oleh UPI?apakah unggul yang dimaksud adalah yang terbaik dari sekian banyak pendaftar yang berminat untuk masuk ke UPI?ataukah unggul dalam artian pelajar-pelajar terbaik dari yang terbaik?

Apabila yang dimaksud unggul hanya dari para pelajar yang mendaftar untuk masuk UM, maka unggul yang diharapkan melalui seleksi UM ini bersifat lemah dan tidak dalam skup yang sifatnya nasional. Hal tersebut sangat jelas sebab para peminat UM UPI belum tentu berlegitimasi unggul apabila dibandingkan dengan pelajar-pelajar di seantero Indonesia, karena sebelunya tidak ada persyaratan yang memberikan validitas bahwa peserta UM adalah pelajar terbaik diantara yang terbaik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa keunggulan mahsiswa UPI yang diterima melalui seleksi UM belum tentu memiliki modal dasar kompetensi yang lebih apabila dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa lain diluar kampus UPI.

2. Memberikan kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa

Pernyataan dari tujuan UM ini patut untuk dipertanyakan. Universitas Pendidikan Indonesia seolah-olah memiliki niatan yang paripurna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun yang perlu disoroti adalah masyarakat mana yang diberikan kesempatan secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa jalur UM ini berbeda dengan jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru lainnya terutama dalam hal pembiayaan. Maka tidak heran karena biaya masuk yang harus dibayarkannya lebih tinggi, jalur UM sering juga disebut dengan jalur “khusus”. Sehingga sudah jelas bahwa tidak semua kalangan masyarakat bisa mengikuti pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Jadi sampai saat ini dengan persyaratan yang sedemikian rupa dan cukup memberatkan bagi kalangan masyarakat ekonomi kurang mampu, UM belum bisa membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada masyarakat secara keseluruhan untuk menjadi mahasiswa.

3. Berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UPI

Kontribusi yang dapat diberikan secara optimal berasal dari mahasiswa dengan tingkat intelegensi yang tinggi. Salah satu parameter yang bisa digunakan untuk menguji kemampuan calon mahasiswa sehingga diperoleh mahasiswa yang berintelegensi tinggi adalah dengan evaluasi (tes) dari soal-soal yang diujikan pada seleksi UM itu sendiri. Namun pada kenyataanya tingkat kesulitan soal yang diujikan pada UM ini tidak jauh lebih sukar apabila dibandingkan dengan soal-soal SNMPTN. Hal tersebut memberikan indikasi bahwa mahasiswa yang masuk melalui jalur UM tidak lebih baik daripada mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN. Sehingga cukup memberikan keraguan terhadap kontribusi yang dapat diberikan nantinya oleh mahasiswa tersebut terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UPI itu sendiri.

Setelah kita tahu bahwa tujuan UM sampai saat ini belum sepenuhnya bisa tercapai. Maka perubahan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan mutlak diperlukan. Ada banyak hal yang tidak bisa saya tuangkan dalam tulisan singkat ini. Semoga ini menjadi bahan renungan dan refleksi kedepan bagi pihak-pihak terkait untuk terus berupaya menuju kepada kualitas pendidikan masa depan yang lebih baik.

Ujian Masuk UPI 4.5 5 Riki Ridwana Benarkah Tujuan UM UPI Tercapai ??? Saya akan membuktikan sampai sejauh mana tujuan Ujian Masuk (UM) Universitas Pendidikan In...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.